Powered By Blogger

Sabtu, 15 Agustus 2009

BENARKAH BANGSA ISRAIL ADALAH BANGSA YANG TERKUTUK?

Selama ini, orang-orang Islam yang awam dibingungkan dengan keragaman istilah Israel, Yahudi, Yudaisme, Bani Israel, dan Zionisme. Untuk memperjelas konteks permasalahan, mari kita pilah istilah-istilah berdasarkan definisinya yang jelas:
1. Israel
Israel adalah gelar yang diberikan Allah kepada Jacob/Ya’qub as., nabi yang sangat dkasihi-Nya. Secara etimologis, arti Israel ialah ‘yang terpilih’. Karena alasan ini, bangsa/bani Israel menganggap dirinya sebagai ‘bangsa terpilih’ yang berhak mengatur dan memimpin dunia.
2. Bangsa Israel / Bani Israel (Arab) / Banu Yisraeli (Hebrew) / Sons of Israel (Inggris)
Bangsa/Bani Israel adalah sebutan untuk anak-cucu Jacob/Ya’qub as. Karena Allah kerap memanggil Jacob/Ya’qub as dengan nama Israel, maka anak-cucunya disebut Bani Israel.
3. Yudaisme atau Judaism (Inggris)
Yudaisme merupakan sebutan para ahli kepada agama ‘resmi’ bangsa Israel. Ajaran-ajarannya bersumber dari Torah yang dibawa Moses/Musa as dan tradisi-tradisi yang dibangun para Rabbi (pemuka agama) yang dikomplikasikan dalam sebuah kitab bernama ‘Talmud’. Di masa sekarang ini, Yudaisme lebih didominasi oleh ajaran ‘Talmud’ daripada Torah. Orang Yahudi/Israel sendiri menyebut agama dengan kata Halakhah.
4. Negara Israel / State of Israel (Inggris) / Medinat Yisraeli (Hebrew) / Jumhurriya Al Israeliya (Arab).
Negara Israel adalah negara Zionis yang dideklarasikan oleh David Ben Gurion dan Golda Meyer pada tahun 1948 di Tel Aviv – Jaffa.
5. Negara Israel juga bisa bermakna Kerajaan Israel yang dibangun pada 2000 tahun SM. Kerajaan Israel ialah sebuah Federasi yang didirikan oleh 12 suku Israel dengan Rajanya yang pertama ialah Saul/Thalut. Raja yang kedua ialah David/Daud as dan Raja yang ketiga ialah Solomon/Sulaiman as. Setelah Solomon/Sulaiman as. mangkat, dua puteranya, Rehabem dan Yerobeam berebut tahta. Kerajaan ini pun pecah menjadi dua: Kerajaan Israel di selatan dengan rajanya Rehabem dan Kerajaan Judah/Yahuda di utara dengan rajanya Yerobeam. Kerajaan Judah/Yahuda hanya didukung dua suku: Benjamin dan Judah. Sementara 10 suku lainnya mendukung kerajaan Israel. 
6. Yahudi atau Jew (Inggris) atau Yahuud (Arab) atau Judah (Hebrew)
Yahudi adalah sebutan untuk etnis zaman baheula yang diam di Kerajaan Judah/Yahuda yang umumnya merupakan suku keturunan Yahuda/Judah bin Israel/Jacob/Ya’qub. Di dalam Bani Israel, terdapat 12 suku: Ruben, Simon, Levi, Judah, Issachar, Zebulun, Daan, Naphtali, Gad, Asher, Joseph, Benjamin. 12 suku tersebut merupakan keturunan dari 12 putera Israel/Jacob/Ya’qub as. Di antara 12 suku tersebut, Suku Yahudi/Yahuda/Yahuud/Judahmemiliki jumlah paling dominan. Karena itu Bani Israel sering di-sama-rata-kan sebagai ‘Yahudi’, hingga zaman sekarang.
7. Zionisme atau Zionism (Inggris) atau beit el Zion (Hebrew)
Zionisme ialah ideologi yang dirimuskan Dr. Theodore Hertzl pada akhir abad ke 19. Tujuannya ialah untuk menghimpun seluuh etnis Yahudi di dunia yang terserak akibat diaspora (pengusiran) dari kampung halaman mereka di Kana’an/Filistin/Palestina/Arab ke dalam satu negara-wilayah, yakni negara Israel sekarang. Kata Zionisme diambil dari nama Bukit Zion, sebuah bukit yang dijadikan basis pertahanan Raja David/Daud as saat menghadapi pemberontakan yang dilancarkan salah satu puteranya. 
Di dalam Al-Qur’an, kata ‘Bani Israel’ atau kata yang merujuk kepadanya terdapat di dalam sekitar 54 ayat (kalau saya tidak salah). Sementara kata ‘yahudi/yahuud’ atau kata yang merujuk kepadanya terdapat di dalam sekitar 37 ayat (kalau tidak salah). Di antara ayat-ayat tersebut, banyak kata yang memang ‘menyerang’ kata ‘Yahudi’ atau ‘Bani Israel’ secara eksplisit dan tegas. Misalnya:
“…….sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah……[At-Taubah ;34]

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali …….”[Al-Israa: 4]

disadur dari : Untuk anggota HIDAYAT NUR WAHID FOR PRESIDEN RI 2014

Jumat, 14 Agustus 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Bulan Ramadhan beberapa saat lagi tiba, Alhamdulillah, umat Islam wajib menyambut dengan perasaan penuh suka cita. Bulan penuh berkah, penuh ampunan dan maghfirah akan memberikan pencerahan  bagi mereka yang beriman dan bertakwa hanya kepada Allah SWT. Umat Islam bergembira menyambut "penen raya". Mengapa panen raya? Karena bagi mereka yang berbuat kebaikan, beramal saleh, beribadah pada bulan tersebut akan memperoleh pahala yang berlipat-lipat di bandingkan perbuatan tersebut dilakukan di bulan lain. 

Sungguh Allah maha kaya, maha pemurah, maha pengasih dan penyayang.... Selama bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu, memberikan kesempatan umat islam beribadah seluas-luasnya dengan penuh kekhusukan dan ketakwaan.

Hal-hal yang bersifat "teror"  segera dihentikan, baik teror fisik, teror mental maupun jenis teror lain segera dihentikan, gencatan senjata. Mari kita berikan ketenangan bagi umat islam yang akan melakukan saum dan amalan-amalan saleh dengan penuh khusuk. Bulan ramadhan, waktu yang terbaik untuk menahan hawa nafsu, iri, dengki dan amarah. Jangan sampai bulan suci ini masih dicemari oleh hal-hal yang tidak mencerminkan citra Islam yang bersih, cinta damai, dan rahmatan lil 'alamin.

"Koruptor ?" saatnya untuk merenungi perbuatan yang anda lakukan, baik korupsi dilakukan dengan penuh kesadaran maupun tanpa disadari karena sistem, bulan Ramadhan waktu untuk bermuhasabah yang terbaik. Semoga Allah mengampuni kita semua, amin.

Sudah siapkah kita menyambutnya?

Sabtu, 01 Agustus 2009

Teroris Beragama Secara Egois

Salah satu hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj adalah mengajarkan agar kita berislam yang sosial bukan Islam yang egois. Salah satu pemikiran Islam egois adalah adanya pemahaman yang menyimpang seperti perilaku para teroris yang melakukan pengeboman. Apa pun agama mereka itu sebenarnya menggambarkan bahwa mereka melakukan perilaku beragama yang egois.“Mereka berharap dengan bunuh diri akan mati syahid dan akan masuk syurga. Padahal perilaku mereka menyusahkan banyak pihak, merugikan kepentingan umum, yang menjadi korban adalah saudara mereka sendiri, saudara semuslim,” kata Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.Hidayat mengungkapkan hal tersebut saat menyampaikan hikmah Isra' Mi'raj usai shalat subuh berjamaah di Masjid Nurul Yaqin, Kebon Jeruk Jakarta Barat, Minggu (26/7/2009) pagi sebagaimana yang tertuang dalam rilis yang diterima detikcom.Hidayat yang sedang mengisi masa resesnya itu menambahkan, justru dengan adanya ledakan itu bahkan menghadirkan fitnah yang baru terhadap umat Islam. Padahal peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita untuk selalu mementingkan kepentingan umum. Bukan kepentingan diri sendiri."Salah satu upaya yang efektif untuk memerangi terorisme adalah dengan mengajarkan perilaku beragama yang baik sehingga membawa kemashlahatan umum. Dengan itu pula, diharapkan dapat menghadirkan keshalihan sosial dan bukan egoisme seperti teroris itu,” katanya di hadapan ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masjid dan Musholla se-Jakarta Barat itu.Kembalinya Rasulullah SAW usai perjalanan dari Masjidil Haram(Makkah)-Masjid Al Aqsha(Palestina)-Sidratul Muntaha(langit ketujuh) adalah salah satu bukti Islam mengajarkan keshalihan sosial bukan individualis.“Kalau Rasulullah mau, tentu Beliau tidak akan kembali kedunia untuk mengajarkan beragam kebaikan, kedamaian dan kemaslahatan umum. Tentu Rasulullah akan tetap di langit ketujuh dengan nyamannya,” urai Hidayat yang juga anggota DPR RI FPKS.Salah satu latar belakang peristiwa Isra’ Mi’raj adalah Allah ingin menghibur Rasulullah usai Khadijah(istri Rasulullah) dan Abu Thalib (Paman Rasulullah) meninggal dunia.Faktanya, Rasulullah kembali ke bumi untuk mengajarkan kedamaian, kerukunan, kebahagiaan dan tidak hidup egois serta individualisis. Karena itulah yang terjadi pada para teroris yang ingin hidup seenaknya sendiri. Terorisme adalah bentuk dari individualis.Mayoritas masayarakat kita menginginkan hidup beragama yang dapat menghadirkan kemashalatan umum. “Untuk itulah, penyimpangan yang terjadi hendaknya disikapi dengan proporsional, tidak mengkaitkannya dengan agama apa pun. Karena semua agama tidak mengajarkan penyimpangan dan menolak segala macam bentuk terorisme.Ketua MPR berharap dengan hasil Pilpres yang sudah ditetapkan KPU membawa maslahat yang lebih besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Jangan menghadirkan laknat, beban karena sideback sejarah yang represif dalam menangani segala permasalahan.“Semoga pemerintahan yang akan datang menjadi pemerintahan yang kuat dan membawa rahmat untuk semua ummat,” harapnya. 

http://ainuttijar.blogspot.com/

Sabtu, 18 Juli 2009

Bobotoh Persib

Lagi keranjingan jadi bobotoh Persib, hidup Viking 1933
Posted by Picasa

Jumat, 17 Juli 2009

Jakarta kena BOM lagi

Hari ini Jum'at, 17 Juli 2009 pukul 07.41 pagi terjadi dua ledakan bom di dua hotel berbintang, JW Mariot dan Ritz Carlton  di kawasan bisnis elit Mega Kuningan, Jakarta. Saya sangat mengkhawatirkan  dengan isu-isu yang akan segera berseliweran, menyusul terjadinya tragedi tersebut. Sebagaimana kita ketahui selama ini setiap ada ledakan bom dikaitkan dengan kelompok "Islam garis keras". Sebagai seorang muslim saya sangat sedih, setiap kejadian sejenis kenapa diindikasikan ke sana?  

Indonesia sangat mendambakan kedamaian, mari kita umat muslim bersama-sama membantu pemerintah untuk tidak memberikan komentar-komentar yang tidak perlu, sehingga memperkeruh suasana. Islam cinta damai, Islam rahmatan lil 'alamin. Semoga pelaku teror bom segera tertangkap, Indonesia tetap damai-sejahtera, love peace!

 

Kamis, 16 Juli 2009

ABU NAWAS HENDAK DIHUKUM PANCUNG

Cita-cita atau obsesi menghukum Abu Nawas sebenarnya masih bergolak, namun Baginda merasa kehabisan akal untuk menjebak Abu Nawas. Seorang penasihat kerajaan kepercayaan Baginda Raja menyarankan agar Baginda memanggil seorang ilmuwan-ulama yang berilmu tinggi untuk menandingi Abu Nawas. Pasti masih ada peluang untuk mencari kelemahan Abu Nawas. Menjebak pencuri harus dengan pencuri. Dan ulama dengan ulama.

Baginda menerima usul yang cemerlang itu dengan hati bulat. Setelah ulama yang berilmu tinggi berhasil ditemukan, Baginda Raja menanyakan cara terbaik menjerat Abu Nawas. Ulama itu memberi tahu cara-cara yang paling jitu kepada Baginda Raja. Baginda Raja manggut-manggut setuju. Wajah Baginda tidak lagi murung. Apalagi ulama itu menegaskan bahwa ramalan Abu Nawas tentang takdir kematian Baginda Raja sama sekali tidak mempunyai dasar yang kuat. Tiada seorang pun manusia yang tahu kapan dan di bumi mana ia akan mati apalagi tentang ajal orang lain.

Ulama andalan Baginda Raja mulai mengadakan persiapan seperlunya untuk memberikan pukulan fatal bagi Abu Nawas. Siasat pun dijalankan sesuai rencana. Abu Nawas terjerembab ke pangkuan siasat sang ulama. Abu Nawas melakukan kesalahan yang bisa menghantarnya ke tiang gantungan atau tempat pemancungan. Benarlah peribahasa yang berbunyi sepandai-pandai tupai melompat pasti suatu saat akan terpeleset. Kini, Abu Nawas benar-benar mati kutu. Sebentar lagi ia akan dihukum mati karena jebakan sang ilmuwan-ulama. Benarkah Abu Nawas sudah keok? Kita lihat saja nanti.

Banyak orang yang merasa simpati atas nasib Abu Nawas, terutama orang-orang miskin dan tertindas yang pernah ditolongnya. Namun derai air mata para pecinta dan pengagum Abu Nawas tak.akan mampu menghentikan hukuman mati yang akan dijatuhkan. Baginda Raja Harun Al Rasyid benar-benar menikmati kemenangannya. Belum pernah Baginda terlihat seriang sekarang. Keyakinan orang banyak bertambah mantap. Hanya satu orang yang tetap tidak yakin bahwa hidup Abu Nawas akan berakhir setragis itu, yaitu istri Abu Nawas.

Bukankah Alla Azza Wa Jalla lebih dekat daripada urat leher. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Yang Maha Gagah. Dan kematian adalah mutlak urusanNya. Semakin dekat hukuman mati bagi Abu Nawas; orang banyak semakin resah. Tetapi bagi Abu Nawas malah sebaliknya. Semakin dekat hukuman bagi dirinya, semakin tenang hatinya. Malah Abu Nawas nampak setenang air danau di pagi hari. Baginda Raja tahu bahwa ketenangan yang ditampilkan Abu Nawas hanyalah merupakan bagian dari tipu dayanya Tetapi Baginda Raja telah bersumpah pada diri sendiri bahwa beliau tidak akan terkecoh untuk kedua kalinya.

Sebaliknya Abu Nawas juga yakin, selama nyawa masih melekat maka harapan akan terus menyertainya. Tuhan tidak mungkin menciptakan alam semesta ini tanpa ditaburi harapan-harapan yang menjanjikan. Bahkan dalam keadaan yang bagaimanapun gentingnya. Keyakinan seperti inilah yang tidak dimiliki oleh Baginda Raja dan ulama itu. Seketika suasana menjadi hening, sewaktu Baginda Raja memberi sambutan singkat tentang akan dilaksanakan hukuaman mati atas diri terpidana mati Abu Nawas. Kemudian tanpa memperpanjang waktu lagi Baginda Raja menanyakan permintaan terakhir Abu Nawas.

Dan pertanyaan inilah yang paling dinanti-nantikan Abu Nawas. "Adakah permintaan yang terakhir"
"Ada Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas singkat.
"Sebutkan." kata Baginda.
"Sudilah kiranya hamba diperkenankan memilih hukuman mati yang hamba anggap cocok wahai Baginda yang mulia." pinta Abu Nawas.
"Baiklah." kata Baginda menyetujui permintaan Abu Nawas...
"Paduka yang mulia, yang hamba pinta adalah bila pilihan hamba benar hamba bersedia dihukum pancung, tetapi jika pilihan hamba dianggap salah maka hamba dihukum gantung saja." kata Abu Nawas memohon.

"Engkau memang orang yang aneh. Dalam saat-saat yang amat genting pun engkau masih sempat bersenda gurau. Tetapi ketahuilah bagiku segala tipu muslihatmu hari ini tak akan bisa membawamu kemana-mana." kata Baginda sambil tertawa.

"Hamba tidak bersenda gurau Raduka yang mulia." kata Abu Nawas bersungguh-sungguh. Baginda main terpingkal-pingkal. Belum selesai Baginda Raja tertawa-tawa, Abu Nawas berteriak dengan nyaring.

"Hamba minta dihukum pancung!" Semua yang hadir kaget. Orang banyak belum mengerti mengapa Abu Nawas membuat keputusan begitu. Tetapi kecerdasan otak Baginda Raja menangkap sesuatu yang lain. Sehingga tawa Baginda yang semula berderai-derai mendariak terhenti. Kening Baginda berkenyit mendengar ucapan Abu Nawas. Baginda Raja tidak berani menarik kata-katanya karena disaksikan oleh ribuan rakyatnya. Beliau sudah terlanjur mengabulkan Abu Nawas menentukan hukuman mati yang paling cocok untuk dirinya.

Kini kesempatan Abu Nawas membela diri. "Baginda yang mulia, hamba tadi mengatakan bahwa hamba akan dihukum pancung. Kalau pilihan hamba benar maka hamba dihukum gantung. Tetapi di manakah letak kesalahan pilihan hamba sehingga hamba harus dihukum gantung. Padahal hamba telah memilih hukuman pancung?" Olah kata Abu Nawas memaksa Baginda Raja dan ulama itu tercengang. Benar-benar luar biasa otak Abu Nawas ini. Rasanya tidak ada lagi manusia pintar selain Abu Nawas di negeri Baghdad ini.

"Abu Nawas aku mengampunimu, tapi sekarang jawablah pertanyaanku ini. Berapa banyakkah bintang di langit?"
"Oh, gampang sekali Tuanku."
"lya, tapi berapa, seratus juta, seratus milyar?" tanya Baginda.
"Bukan Tuanku, cuma sebanyak pasir di pantai."
"Kau ini... bagaimana bisa orang menghitung pasir di pantai?"
"Bagaimana pula orang bisa menghitung bintang di langit?"
"Hahahahaha...! Kau memang penggeli hati. Kau adalah pelipur laraku. Abu Nawas mulai sekarang jangan segan-segan, sering-seringlah datang ke istanaku. Aku ingin selalu mendengar lelucon-leluconmu yang baru!"
"Siap Baginda...!" Lalu Baginda memerintahkan bendahara kerajaan memberikan sekantong uang kepada manusia terlucu di negerinya itu. (diambil dari komunitas"Untuk anggota HIDAYAT NUR WAHID FOR PRESIDEN RI 2014")

Minggu, 10 Mei 2009

Artis dan Narkoba

Semakin kita yakin bahwa dunia keartisan jauh dari sifat pencerahan, sebaliknya semakin nyata dunia keartisan dekat dengan kemaksiatan. Hal ini bisa kita simak setiap hari dari pagi buta hingga pagi lagi, layer kaca televise berlomba menayangkan gossip murahan setidaknya “ghibah” yang sangat tidak mendidik. Urusan rumah tangga atau pribadi yang seharusnya memang untuk pribadi justru “diumbar” sehingga sang badsetter semakin bangga jika banyak yang mengetahui urusan pribadinya, dunia memang wis edan. Atau aku yang tidak bisa ngikutin trend?

Goyang tak senonoh dibilang seni, ekspresi diri, hak asasi……………..
Bergandengan, berpelukan, ber …, bukan muhrim, bukan laki-bini menjadi tradisi
Kawin- cerai seakan trendi
Punya anak tak punya suami, jadi kebanggaan diri
Apa yang akan kita banggakan pada generasi negeri ini ?

Seorang artis, merupakan seorang public figure, yang setiap gerak-geriknya menjadi trendsetter, menjadi pedoman prilaku audiensnya. Seharusnya setiap gerak langkahnya dapat dijadikan media dakwah untuk pencerahan pada masyarakat, karena setiap langkahmu didokumentasi dan distribusi oleh televisi tiada henti.
Namun apa yang terjadi……………………………….?

Terakhir kali, banyak selebritis terjerat kasus narkoba secara beruntun, apa lagi kalo kita merunut ke belakang terlalu banyak untuk disebutkan. 
Pada kesempatan ini saya mengajak kepada seluruh masayarakat untuk memboikot, tidak menonton, tidak menghadiri acara, tidak mebeli produk atau apapun istilahnya yang terkait dengan sang pemeran telah tersangkut NARKOBA atau tindakan criminal yang lain. 
Demikian juga stasiun televise, rumah produksi, model agen, event organis, tabloid, majalah dan lainnya untuk tidak menggunakan figure yang telah nyata tersangkut NARKOBA atau tindak criminal. 
Semua ini sebagai bagian dari pembelajaran, self control kepada siapapun untuk lebih peka, lebih peduli, lebih hati-hati terhadap apa yang akan dilakukan.

Kami sangat gerah, sangat terusik dengan prilaku-prilaku “figuran-figuran” yang tidak layak diteladani tersebut, namun selalu dimunculkan atau ditampilkan dihadapan kita.
Tidak adakah yang lebih baik atau lebih layak untuk dikedepankan, yang dapat meberikan pencerahan pada bangsa ini?